Tinjauan Perspektif Iman Kristen tentang Mangadati dalam Pernikahan Masyarakat Batak Toba

Vera Herawati Siahaan, Harlin Yasin

Abstract


The Toba Batak traditions in terms of "mangadati" carry out traditional Batak Toba cultural events that adhere to the exogamy law, namely marriages outside certain ethnic groups. This is seen in the Batak Toba community where people do not take wives from the clan group themselves (namariboto), because they are called siblings; women leave their groups and move to the husband's group, and are patrilineal, with the aim of preserving the husband's clan within the male line. This article uses the method of phenomenological analysis with a biblical reflection approach. Mangadati marriage custom from the perspective of Christian faith is not a contradiction, because the custom is done with love, the value of respect and the value of brotherhood and togetherness in accordance with Matthew 22: 37-40.

Abstrak
Adat Batak Toba dari sisi “mangadati” melaksanakan acara adat kebudayaan Batak Toba yang menganut hukum eksogami, yaitu perkawinan di luar kelompok suku tertentu. Ini terlihat dalam masyarakat Batak Toba di mana orang tidak mengambil isteri dari kalangan kelompok marga sendiri (namariboto), karena disebut kakak-adik; perempuan meninggalkan kelompoknya dan pindah ke kelompok suami, dan bersifat patrilineal, dengan tujuan untuk melestarikan marga suami di dalam garis lelaki. Artikel ini menggunakan metode analisis fenomenologi dengan pendekatan refleksi biblikal. Adat pernikahan mangadati ditinjau dari perspektif iman kristen bukan suatu yang bertentangan, karena adat dilakukan dengan kasih, nilai hormat dan nilai persaudaraan serta nilai kebersamaan sesuai dengan Matius 22: 37-40.

Keywords


Batak custom; Batak’s marriage; mangadati; adat Batak; pernikahan Batak

Full Text:

PDF

References


Ams, Lon., dkk, Menjadi Suami yang handal, Yogyakarta: Paduan Praktis Bagi Anda yang Sudah Bertunangan dan Sudah Menikah 2009.

Bukit, Pilemon. “Pandangan Kristen Tentang Kebudayaan Dan Adat Istiadat Di Dalamnya.” SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) 2, no. 1 (2019): 1–15.

Daugherty, Billy Joe Pernikahan yang Kokoh , Jakarta: Metanoia Publishing 2006.

Friesen, Inikah Rasanya Jatuh Cinta, Yogyakarta: Gloria Graffa, 2006.

Hadikusuma, Hilman Hukum Perkawinan Adat, Jakarta: Perlindungan adat Batak, 2000.

Hamilton, Adam. Bersamamu Selamanya, Yogyakarta: Gloria Graffa, 2009.

Hutagaol, Firman Oktavianus, and Iky Sumarthina P. Prayitno. “Perkembangan Ritual Adat Mangongkal Holi Batak Toba Dalam Kekristenan Di Tanah Batak (The Development of the Mangongkal Holi Batak Toba Indigenous Ritual in Christianity in the Batak Land).” Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya 6, no. 1 (2020): 84–92.

Isaac, Joyce Coon. dan Margaret Sembiri, Rencana Allah Bagi Rumah Tangga Kristen Bandung : Penerbit Kalam Hidup, 1978.

Kamaleson, Sam Berbahagialah Menikah ataupun membujang, Bandung: Kalam hidup 2003.

Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia Jakarta Djambatan Cet 10, 1985.

Kristianto, Paulus Lilik. Prinsip dan Praktik Pendidikan Agama Kristen, Yogyakarta: ANDI 2006.

Lothar, Schreiner. Adat dan Injil, Perjumpaan Adat dengan Iman Kristen Di Tanah Batak, Jakarta:BPK Gunung Mulia 2002.

Marbun, M A, Kamus Budaya Batak Toba, Jakarta :Balai Pustaka, 1987.

Nainggolan, Togar. “Adat Dan Iman Kristen Di Tanah Batak.” Jurnal Filsafat-Teologi 5, no. 1 (2007): 75–93.

Napel, Jalan yang Lebih Utama Lagi, Jakarta: 2010

Nasution, S. Metode Reseach, Jakarta: Bumi Aksara, 2003.

Nazir, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003.

Octavianus, Petrus. Membangun rumah tangga yang bahagia, Batumalang: Yayasan persekuatuan pekabaran injil indonesia departemen literatur 2003.

Purba, Mauly. “Gereja Dan Adat: Kasus Gondang Sabangunan Dan Tortor.” Antropologi Indonesia 62, no. 1 (2014): 25–41.

R, Keith inilah Jodohku. Yogyakarta: Gloria Grrafa, 1993.

Sagala, Mangapul. Injil dan Adat Batak, , Jakarta: Yayasan Bina Dunia Cet 2, 2008.

Sihombing, TM Jambar Hata , Jakarta:CV Tulus Jaya 1989.

Sasmoko. Penelitian Eksplanatori ndan Konfirmatori, Sorong:UKIP, 2011.

Siahaan, SR. Aha do Adat, Yogyakarta: 2012.

Suryabrata, S. Metodologi Penelitian, Jakarta: PT Raja Grafindo. 2000.

Susmanto, Pembahasan Terpadu Statistik dan Metodelogi Riset, Yogyakarta: Andi Yogyakarta, 2002.

Sarumpaet, J,P Kamus Batak Indonesia, Jakarta: Erlangga 1995

Sinaga, Richard Meninggal Adat Dalihan Natolu, Jakarta : Dian utama, 2003.

Sirait, Destien Mistavakia, and Dasrun Hidayat. “Pola Komunikasi Pada Prosesi Mangulosi Dalam Pernikahan Budaya Adat Batak Toba.” Jurnal Ilmu Komunikasi 2, no. 1 (2016): 23–31.

Supranto, J . Ma, Metode Riset, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1991.

Trisna, Jonathan A Pernikahan Kristen Suatu Usaha Dalam Kristus, Jakarta: institut keguruan Indonesia, 2000.

Tobing O. L., The Structure Of The Toba – Batak Belief sIn The High God, Jakarta: South and South-East Celebes Institute For Culture, Cet .3 1994.

Tomatala, Teologi Kontekstualisasi Suatu pengantar , Malang: Gandum Mas, Cet 1 1993.

T. Gilarso Keluarga sebagai Fokus Yogyakarta Kanisius 1996.

Tu’u Etika dan pendidikan sosial ( Bandung Kalam Hidup.

Utrecht, E. Pengantar Dalam Hukum Indonesia, Pen. dan Balai Buku “Ichtiar”, Jakarta: Cet.IX, ,1996

Vergouwen, J. C., Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba, Pustaka Azet, Jakarta: Cet 1, 1985

Verkuyl. Etika Kristen, Jilid 1, Jakarta: BPK Gunung Mulia 1993.

Volkard dan Gertindescheuneman, Hidup Sebelum Dan sesudah nikah, Malang: Yayasan persekutuan Injil Indonesia Literatur 1978.

Wolfgang simson, Gereja dunia yang mengubah dunia, Jakarta metanoia 2003.

Wright, So You’re Getting Merried, Yogyakarta: Gloria Graha, 2008.

Wetboek, Burgerlijk Ordonasi Perkawinan Indonesia Kristen, Jakarta: Huwelijks Ordonatie Christen Indonesier S. 1933


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JURNAL TERUNA BHAKTI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.