Pentingnya Penerapan Kurikulum Berbasis Penguatan Pendidikan Karakter bagi Terciptanya Generasi Emas Indonesia Tahun 2045

Ramses Simanjuntak

Abstract


Indonesia is a country that is so big, rich in natural resources and has cultural traditions that have been deeply rooted since time immemorial. In the age of 73 years, there have been many advancements that have been made by this country, be it progress in the fields of economics, education, welfare, health and the progress of other facilities / infrastructure. Indeed, it is undeniable that there are still many unreached and underdeveloped areas that we see, but we believe that someday all regions will feel evenly distributed social justice, where poverty, underdevelopment and ignorance will not be seen in all regions of our beloved country this. As citizens of the Republic of Indonesia, who live on this beloved earth, all elements of society should support every government program to improve the quality of Indonesian people by improving character education, so that it becomes a complete curriculum for the creation of a strong and future generation based on Pancasila.

Abstrak: Indonesia adalah negara yang begitu besar, kaya akan sumber daya alam dan memiliki adat budaya yang mengakar kuat sejak dahulu kala. Dalam usianya yang sudah menginjak 73 tahun banyak kemajuan yang telah dirasakaan oleh negeri ini, baik itu kemajuan dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesejahteraan, kesehatan dan kemajuan sarana/prasarana lainnya. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau dan tertinggal yang kita lihat, tapi kita percaya bahwa suatu hari nanti semua daerah akan merasakan keadilan sosial yang merata, dimana tidak akan terlihat lagi kemiskinan, ketertinggalan dan kebodohan di seluruh wilayah negeri tercinta ini. Sebagai warga negara Republik Indonesia, yang tinggal di bumi pertiwi tercinta ini, sudah seharusnyalah semua elemen masyarakat mendukung setiap program pemerintah untuk meningkatkan mutu manusia Indonesia dengan cara meningkatkan pendidikan karakter, sehingga menjadi satu kurikulum yang utuh bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang kuat dan berazaskan Pancasila.

Keywords


God, prototype, innocence, simplicity, Kurikulum, Pendidikan Karakter, Generasi Emas

Full Text:

PDF

References


Ahid, Nur. Makalah Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter, Jakarta: Institut Agama Islam Tribakti, 2013.

Boediono – Kepala Badan Penelitian dan Pengambangan Pendidikan Dasar dan Menengah, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kurikulum 2004, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2003.

Dister, Nico Syukur. Filsafat Agama Kristen, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1985.

Hamalik, Oemar. Proses belajar Mengajar, Bandung : Bumi Aksara, 2001.

Wibowo, Agus. Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

Rifai. Guru Pendidikan Agama Kristen SMP Negeri 1 Surakarta & SMP Negeri 17 Surakarta

Siahaan, Harls Evan R. “Aktualisasi Pelayanan Karunia Di Era Digital,” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 1, no. 1 (2017): 23–38, www.stttorsina.ac.id/jurnal/index.php/epigraphe.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Kurikulum & Pembelajaran Kompetensi, Bandung: Kusuma Karya, 2004

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/05/18/2018-jumlah-penduduk-indonesia-mencapai-265-juta-jiwa

https://www.bps.go.id/statictable/2014/09/05/1366/luas-daerah-dan-jumlah-pulau-menurut-provinsi-2002-2016.html

http://www.netralnews.com/news/rsn/read/71459/di.indonesia.ada.1340.suku.bangsa.dan.300.kelompok.etnik

https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasional.

http://ppidunia.org/2018/08/27/pesan-untuk-pemuda-indonesia-gagas-visi-indonesia-2045-bersama-diaspora/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL TERUNA BHAKTI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.